Jakarta (KABARIN) - Sutradara Wregas Bhanuteja menegaskan bahwa film terbarunya berjudul “Para Perasuk” bukan mengusung genre horor.
“Film ini bukan film horor ya, karena saya sendiri penakut. Film ini tentang obsesi manusia,” kata Wregas dalam konferensi pers usai pratayang film “Para Perasuk” di Jakarta, Selasa.
Wregas menyampaikan film “Para Perasuk” yang mulai proses pembuatannya dari tahun 2024 itu menggambarkan tentang obsesi diri sendiri dan mimpi memaafkan masa lalu.
“Jadi film ini pun juga emosional, personal, nggak cuma genre doang,” tutur dia.
Wregas menceritakan film “Para Perasuk” itu sebagai cerminan perjalanan pribadinya, bagaimana ketertarikannya pada dunia film sejak duduk di bangku sekolah merasakan kesenangan dalam membuat karya visual.
Namun, rasa suka itu justru perlahan berubah menjadi obsesi, yang membuatnya menjauh dari orang-orang terdekat.
“Aku menyadari kalau film itu potret dari kehidupan, kenapa aku melupakan kehidupan asli itu sendiri, dan kenapa aku malah terfokus pada frame yang hanya berukuran 16:9 ini. Jadi itulah titik yang merubah aku bahwa hidup lebih penting dari film,” kata dia.
Dalam film “Para Perasuk” obsesi manusia itu digambarkan melalui watak tokoh Bayu yang berambisi untuk menjadi perasuk terbaik.
Film “Para Perasuk” mengeksplorasi kisah pencarian obsesif dari anak muda untuk menjadi perantara roh, di saat kekuatan dari luar tengah mengancam desanya.
Di film ini, Wregas juga dengan piawai mengeksplorasi fenomena kerasukan menjadi sebuah pengalaman komunal masyarakat, alih-alih sekadar sebagai sesuatu yang eksotis.
Dibintangi oleh Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun C Sasmi, film “Para Perasuk” dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026